Infografis

Tren Kampanye Perubahan Iklim di Indonesia

Isu perusakan lingkungan dan krisis iklim menjadi perhatian generasi muda di seluruh dunia karena dampaknya terhadap banyak makhluk hidup. Isu ini memicu debat sengit dan aksi besar-besaran, dan dampak perubahan iklim pun sangat terasa di Indonesia. Sebagai salah satu negara yang paling kaya akan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam, hutan Indonesia sejak dahulu menjadi lokasi konflik dengan dampak merugikan yang berkontribusi terhadap krisis iklim. 

Masyarakat Indonesia pun menyadari hal ini. Terlihat dari peningkatan tren petisi terkait perubahan iklim di Change.org Indonesia selama enam tahun terakhir yang menunjukkan bahwa isu lingkungan dan perubahan iklim selalu menempati lima gerakan teratas setiap tahunnya.

Laporan berjudul “Tren Kampanye Perubahan Iklim di Indonesia” ini bertujuan untuk menjajaki peningkatan tren dalam petisi terkait perubahan iklim dan memahami unsur-unsur keberhasilan kampanye terkait isu ini. Temuan utama dari laporan ini adalah sebagai berikut:

Di Change.org Indonesia, 1 dari 5 tanda tangan diberikan untuk petisi lingkungan, sedangkan 1 dari 3 petisi lingkungan dalam Change.org Indonesia berhubungan dengan perubahan iklim. Sebanyak 59% dari semua tanda tangan yang diberikan untuk petisi terkait perubahan iklim berasal dari perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan menjadi pendukung yang kuat bagi perlindungan lingkungan di Indonesia.

Petisi terkait perubahan iklim sering kali bersinggungan dengan tema terkait kebanggaan nasional, perlawanan terhadap deregulasi, hak konsumen, dan kebakaran hutan, yang membingkai isu-isu perubahan iklim sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh para pendukungnya dan memberikan pemahaman bahwa isu-isu iklim adalah lebih dari sekedar persoalan iklim.

Lebih dari setengah petisi terkait perubahan iklim di Change.org Indonesia menangani isu-isu yang berdampak terhadap negara Indonesia di skala nasional (61%). Petisi terkait isu-isu lokal difokuskan pada wilayah dengan tutupan hutan terbesar, misalnya Riau, Aceh, dan Bengkulu. 

Sebanyak 60% dari semua petisi terkait perubahan iklim menentang rencana pemerintah yang berdampak besar terhadap lingkungan (mis. deforestasi) atau meminta pemerintah agar membuat kebijakan progresif terkait perlindungan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim (mis. pengurangan limbah plastik). Sebagian besar petisi ini ditujukan kepada lembaga eksekutif pemerintah, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Keuangan.

Terakhir, terdapat 623 ribu suara yang mengalami kemenangan dalam kampanye perubahan iklim. Dari tahun 2015 hingga 2020, terdapat 8 kampanye yang mengalami kemenangan, 7 diantaranya terkait deforestasi, dan 1 kemenangan lainnya terkait isu plastik. Petisi yang berhasil mencapai tujuannya cenderung menampilkan narasi ketidakadilan terhadap masyarakat kecil, melibatkan pembuat keputusan dengan efektif, memanfaatkan momentum berupa isu-isu yang populer di kalangan publik, atau memperoleh dorongan dan minat para penggunanya dengan menyebarkan kabar terbaru secara rutin.

Laporan lengkap “Tren Kampanye Perubahan Iklim di Indonesia” bisa di unduh di sini

Written by
Arief Aziz
January 20, 2021 2:47 am