She Creates Change

Kolaborasi Perempuan di Berbagai Bidang dalam Membuat Perubahan

“Hanya sedikit pekerjaan yang bisa dilakukan sendirian, namun bersama-sama bisa kerjakan banyak hal” – Hellen Keller

Suffragette. Women’s march. #MeToo. Gerakan-gerakan global itu adalah bukti bahwa suara perempuan yang bersatu dapat mengubah dunia.

Meski banyak perempuan memiliki peran berbeda-beda, namun mereka punya satu tujuan bersama. Agar perempuan punya pilihan: menjadi ibu rumah tangga, eksekutif di sebuah perusahaan, pimpinan di pemerintahan, aktivis, pelajar. Agar perempuan punya suara: memilih pemimpin, mengubah aturan yang seksis, membuat hukum yang dapat melindungi perempuan.

Luluk Nur Hamida yang saat ini menjadi Anggota Komisi IV DPR RI, menganggap peranan perempuan di Indonesia sangat strategis.

“Menggerakan perempuan di berbagai sektor menjadi sangat penting, dari komunitas bawah sampai atas, juga yang di parlemen. Ini menjadi salah satu upaya perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan dalam perubahan,” kata Luluk saat berbicara di acara She Creates Change: Meet Women Leaders pada 9 Maret 2021.

Acara ini merupakan kelanjutan dari Program She Creates Change yang dimulai agar perempuan penggerak perubahan dapat saling terhubung dan bekerja sama.

“She Creates Change adalah sebuah program yang mempertemukan perempuan penggerak perubahan lingkungan dari seluruh Indonesia untuk bekerjasama, berjejaring dan meningkatkan kapasitasnya untuk lingkungan dan bumi yang lebih baik,” kata Desmarita Murni, Direktur Partnership Change.org Indonesia.

Dengan mempertemukan para perempuan dari berbagai latar belakang, mereka yang berkarya di pemerintahan dengan mereka yang berkarya di akar rumput dapat saling bertukar pikiran. Harapannya, mereka bisa bekerja sama untuk membangun perubahan yang lebih besar lagi.

Secara khusus, para peserta di acara itu membahas gerakan penyelamatan lingkungan, di mana kelompok perempuan sering menjadi kelompok yang paling terdampak dari berbagai kasus kerusakan lingkungan.

Di sinilah peran kepemimpinan perempuan menjadi penting, mulai dari memimpin dalam keluarga, komunitas, kota/kabupaten, hingga tingkat nasional dan politisi. Kekuatan sebagai perempuan terus digunakan untuk memperjuangkan hak rakyat atas lingkungan, dan mengajak orang untuk hidup lestari.

“Perempuan ini mempunyai peranan yang vital dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan kehutanan, baik sebagai pengambil kebijakan, politisi, akademisi, penggiat komunitas, dan ibu rumah tangga. Ditambah lagi dengan gerakan-gerakan melalui media sosial yang bisa terus kita dorong,” tutur Nani Hendriati Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Dian Prunomo dari Jawa Barat bercerita tentang gerakannya untuk meminta brand fashion ternama seperti Uniqlo, H&M, Zara, dan Adidas menjelaskan program kepedulian lingkungan mereka terkait limbah tekstil pada publik.

“Saya dulu merasa, umur dan gender menjadi kelemahan. Sedangkan kalau saya pikir ulang, dan berusaha untuk mengubah narasi kepada diri saya sendiri. Harus lebih banyak lagi suara perempuan yang mewakili Indonesia. Di DPR hanya ada 20% anggota perempuan, dan kita merupakan minoritas, tentu kita butuh banyak lagi perempuan untuk bisa bergelut di dunia politik ini,” ungkap Dyah Roro Esti, Anggota Komisi VII DPR RI.

Program ini bukanlah langkah akhir, tapi satu langkah maju untuk gerakan perempuan untuk menyelamatkan lingkungan. Harapannya akan terus ada kolaborasi antar para perempuan yang memiliki peran berbeda-beda, baik di pemerintahan maupun masyarakat sipil. Karena seperti kata Hellen Keller, para perempuan bisa meraih hal-hal besar hanya jika mereka bersatu.

Written by
Arief Aziz
March 30, 2021 5:43 am