Decision Makers

Platform Change.org Menjembatani Dialog Antara Masyarakat Dengan Pembuat Kebijakan

“Pak Mahfud, terima kasih ya, Salwa udah bisa sarapan lagi bersama Ayah.”

Pesan tersebut dikirim oleh Dian Rubianty, Istri Saiful Mahdi, kepada Menkopolhukam Mahfud Md pada Kamis, 14 Oktober 2021. Saiful Mahdi adalah dosen Universitas Syah Alam Aceh yang dipidana 3 bulan penjara karena mengkritik kebijakan kampusnya. Setelah koalisi masyarakat memulai petisi di platform Change.org, dan berdialog beberapa kali dengan Kemenkopolhukam, termasuk Mahfud Md, Presiden Jokowi akhirnya memberikan amnesti untuk Saiful Mahdi.  

Saiful Mahdi pada akhirnya bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. 

“Saya terharu, ikut senang dan bersyukur, Alhamdulillah,” tulis Menkopolhukam Mahfud Md di akun Instagramnya.

++++

Cerita di atas, hanya salah satu contoh bagaimana dialog antara pembuat kebijakan dengan masyarakat bisa membuahkan hasil yang positif. 

Menjembatani dialog antara pembuat kebijakan dengan masyarakat merupakan salah satu misi yang dibawa Change.org. Sebagai platform terbuka, Change selalu mengedepankan dialog antara pembuat kebijakan, baik itu pemerintah maupun sektor swasta, dengan masyarakat untuk mencari solusi dan menjaga demokrasi yang sehat.

Hingga akhir 2021, ada lebih dari 18 juta orang yang aktif di platform kami. Mereka berasal dari pelbagai latar belakang. Mereka juga punya berbagai ketertarikan terhadap aneka isu yang didukung lewat petisi. Untuk itu lah, kami kemudian mengembangkan sebuah fitur di mana pembuat kebijakan bisa berinteraksi dengan stakeholder dengan cara merespons petisi yang dibuat oleh masyarakat. Kami menyebut fitur ini Decision Maker Responses (DM respons).

Sebagian dari pembuat kebijakan mungkin akan bertanya, bukankah kami bisa merespons melalui media sosial resmi atau siaran pers? Tentu saja bisa. Persoalannya ada beberapa kelemahan jika pembuat kebijakan hanya menanggapi sebuah isu lewat akun media sosial atau siaran pers.

Lewat siaran pers, misalnya, bisa jadi media tidak meliput isu tersebut. Atau kemungkinan terburuk adalah misinterpretasi dan salah kutip. Jika lewat media sosial, ada kemungkinan apa yang ingin dijelaskan pembuat kebijakan tidak diterima oleh masyarakat yang benar-benar concern terhadap isu tersebut. Malahan, bisa menimbulkan kebisingan di media sosial.

Sementara itu, jika lewat Change.org, pesan pembuat kebijakan akan diterima oleh orang-orang yang tepat, alias mereka yang meneken petisi, langsung ke email mereka. Pesan yang ingin Anda sampaikan juga jadi lebih fokus. Selain itu, respons ini juga akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa pembuat kebijakan mendukung proses dialog dan mencari solusi untuk demokrasi yang sehat. 

Sudah ada beberapa pembuat kebijakan yang bergabung dengan kami, seperti:

  1. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
  2. Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi
  3. Komisi Penyiaran Indonesia
  4. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
  5. Shopee Indonesia

Deretan nama ini hanya sebagian kecil pembuat kebijakan, baik dari pemerintah maupun swasta, yang bergabung dengan Change.org. Anda pun bisa bergabung dengan kami untuk mendukung upaya menjaga demokrasi yang sehat hanya dengan mengirimkan email resmi kepada kami.

Kami percaya, demokrasi di Indonesia akan lebih baik jika ada komunikasi yang terjalin antara pembuat kebijakan dengan masyarakat. 

Written by
Arief Aziz
March 2, 2022 4:35 am